26 Tahun 364 Hari

Pada jiwa-jiwa yang lepas dalam Kala. Untuk yang ada dan yang pernah ada.

Andai semua ku tulis sudut ambisionis, akan banyak kisah puitis, sedikit kisah ironis dan semuanya telah menjadi satu kisah yang praktis, serupa tarian eksotis jemari seorang pianis, lentik bangkitkan toksin optimis.

Tak gampang seperti merengkuh gerakan angin malam di pucuk istana Takeda. Ya inilah perjalanan kisah anak manusia, dari yang penuh suka dan sedikit bumbu duka. Menapaki lewat anak tangga sehasta demi hasta, yang pasti semua itu berharga.

Dipusat titik tuju, akan ada kabar gembira pada rencana. Selaras dunia pemahaman Ruhul Qudus pada Isa. Yang akan dibuka untuk jiwa yang dahulu, jiwa di persimpangan, dan jiwa yang segalanya.

Ketika saatnya tiba, hanya akan ada kata : pernah ada.
Masing-masing dari kita telah mendapatkan shaf  pada jiwa yang rela.

Wahai yang berjiwa dalam teksku. Tuliskanlah restu pada kantong kemejaku disetiap pagi, yang bersebelahan dengan denyut jantungku agar restumu selalu hidup ibarat pengendali akan takdirku. Agar aku dapat berlaga penuh reputasi, seperti bintang hiburan di alam halusinasi yang tak mengenal mati atau distorsi. Lalu genapkan mahkota restumu dengan Ayat Kursi. Kemudian, yakinlah, aku mampu beraksi dengan luasnya hati dan prestasi, bertingkah penuh eksistensi untuk gapai tebaran milyaran mimpi diatas multi galaksi tanpa likuidasi. Demi engkau yang akan selalu berada di sisi. Yang selalu mendoakan ku setiap pagi kepada Pemilik ‘Arasy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s