KETENTUAN-KETENTUAN WASIAT DALAM BW

  1.  Tentang Wasiat Testament atau Testaminteir Erfrecht

Pewarisan merupakan suatu perbuatan hukum yang lahir karena kematian. Akibat hukum daripada pewarisan ialah beralihnya segala hak, yang semula merupakan kedudukan bezit dari erflater kepada erfgenaam sebagai bezitter[1]. Mengenai hal ikhwal bagi siapa yang merupakan ahli waris, BW telah menentukan mengenai Legitimie Portie, yaitu seseorang yang mempunyai kedudukan mutlak sebagai ahli waris ab-instentato. BW mengatur mengenai Legitimie Portiedalam Pasal 913. yang baru (Pasal 833 ayat 1 BW). Hal ini berkaitan dengan hak saisine. Kata saisine berasal dari bahasa Perancis “Le Mort Saisit Le Vit” yang berarti bahwa yang mati dianggap memberikan miliknya kepada yang hidup, artinya bahwa ahli waris segera pada saat meninggalnya pewaris, ahli waris mengambil alih semua hak dan kewajiban pewaris tanpa adanya suatu tindakan dari mereka kendatipun mereka tidak mengetahuinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s