Suatu Bangsa Punya Cerita…

Cerita Suatu Bangsa :

seorang guru berceramah : “wahai, muridku yang polos, berapa negara yang menjajah negara ini ?”

disudut kelas bertembok bambu, seorang murid yang berprofesi babu menjawab : “Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, dan Jepang , Bu !”

“itu adalah narasi basi Bu ! kata Bapak saya, negara lainnya adalah Indonesia !” teriak seorang murid anak seorang Menteri.

Cerita Suatu Bangsa :

Sang guru melanjutkan ceramahnya.

“bercita-citalah setinggi langit. pasti akan terwujud. Jadilah Dokter, Hakim, Pengacara atau Presiden sekalipun !”

Kemudian, murid yang juga berprofesi babu, memotong ceramah Langit sang guru

“Bu, sudah 8 tahun saya tidak bisa merasakan empuknya Nasi, aku ingin makan nasi,Bu. itulah cita-citaku…”

Sang Guru pun menjawab : “cita-citamu terlalu tinggi, Nak !”

Sang Guru mengganti topik ajarannya : ” Muridku yang masih bodoh, ingatlah negara dimana kau dilahirkan adalah negara kaya…”

lagi-lagi, murid berprofesi babu mencela tema itu

“sekaya apakah negara ini bu ? kenapa saya tetap tak bisa menjumput sebutir padi pun tenggelam di tenggorokan saya ? Mengapa adik teman sekelas kita, Parmi meninggal karena busung lapar ? mengapa juga Ibu hanya mempunyai satu pasang seragam saja hingga lusuh kain perca seperti itu ?”

Sang Guru dengan bijak menjawab : “Itu pertanyaan mudah, Muridku. Terimalah takdir kita apa adanya. Tuhan bersama dengan orang yang sabar…”

Di sisi belakang lain Kelas itu, di depan kamar mandi sekolah, Perpustakaan megah berukuran 2×4 Meter punya cerita,

Di rak ujung kanan, teks tua daun lontar menulis tentang…

*Halaman 1

Cerita Suatu Bangsa :

Rumah bagi Phinisi dari Bulukamba menuju Sunda Kelapa, mengangkut emas dari Papua menuju seberang Benua

Rumah sekumpulan bocah, yang tidak ditakdirkan untuk kalah, tapi mengalah

Rumah senggama termurah bagi maling, dan ulama, melahirkan anak bernama Ulama Maling dan Maling Ulama

Rumah para tentara yang dilatih dari rahim negara fasis, begitu teriak Sjahrir

Rumah para Raja budak Belanda, begitu kata Malaka

Rumah para petani-petani miskin, begitu kata anak Raden Soekemi Sosrodihardjo

*Halaman 2

Cerita Suatu Bangsa  :

orang tanpa ilmu menjadi guru

orang tanpa asa menjadi penguasa

orang tanpa Tuhan menjadi Dewan

orang tanpa hati menjadi Bupati

mantan presiden menjadi brain drain

*Halaman 3

Cerita Suatu Bangsa :

sekumpulan veteran berdiskusi tentang Leviathan

berlomba menjadi number one

sekumpulan mahasiswa yang tertawa kala ditimang penguasa

seonggok tanah surga tanpa harga

tempat nyaman berlindung malaikat yang kuwalat

*Halaman 4

Cerita Suatu Bangsa :

dikala hukum tak jadi panglima

dikala semuanya …………

(sayangnya, lembaran Halaman 4 Daun Lontar itu sobek entah karena apa…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s