Bangsa Persimpangan

Serba serbi warna pertigaan
sebuah tempat yang kumuh, bau namun disinilah sebuah budaya sejati bersemayam
keanggunan suatu keaslian
kejujuran dan penuh cengkerama…

inilah wajahku
wajah yang tanpa make up
wajah yang jujur
wajah yang tidak dipaksakan
wajah yang apa adanya
namun penuh kearifan dan keanggunan

pijaran lampion berhimpit akrab
penuh irama akan bangsa yang luhur
kayuhan becak, keringat kuli angkut, tangis anak kecil, sepulan rokok
semakin menyemarakan keletihan.

letih akan keacuhan
letih akan ketidakpedulian
letih akan teori matematika hidup
yang pasti
letih akan jejalan spanduk berwarna dan berfoto itu

raut muka mereka seakan berubah.
entah berubah karena maaf atau kemuakkan
mereka tidak tahu bermacam retorika pemanis suara
mereka tidak tahu bermacam buku-buku modern
yang mereka tahu ialah suatu kepedulian nasib
dan, hanya setitik yang aku tahu
aku bangga menulis suatu cerita
aku bangga telah berdikusi dengan pusaka bangsa yang sejati
aq bangga telah ikut merasakan suatu bangsa yang lelah
aq bangga telah menjadi suatu bagian dari bangsa yang terabaikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s