Mine : Unseen and Really Shown

Tipe Pemikir Pendobrak adalah orang-orang penuh pesona dan antusias. Mereka benar-benar penuh dengan energi dan suka
mengambil posisi di tengah-tengah perhatian. Mereka menyukai keragaman baik dalam
kehidupan profesional maupun personal. Tipe Pemikir Pendobrak menghadapi perubahan secara konsisten dengan optimisme serta
keyakinan teguh dalam kemampuan mereka sendiri;

mereka selalu mencari kemungkinan ke arah yang lebih baik. Ketrampilan komunikasi
mereka yang cemerlang merupakan keuntungan besar bagi mereka di sini. Mereka mendekati
dunia dengan rasa ingin tahu serta
keterbukaan dan mengendalikan situasi-situasi baru dengan bakat improvisasi yang besar dan
lihai. Waktu luang mereka dihabiskan dengan begitu banyak hobi; kebanyakan tipe Pemikir
Pendobrak suka bepergian untuk
mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman. Tipe kepribadian ini tak terkalahkan dalam menemukan kemungkinan-
kemungkinan baru. Dalam bekerja, tipe Pemikir Pendobrak sangat
menghargai tantangan dan keragaman pekerjaan. Mereka tidak tahan rutinitas dan pekerjaan yang terlalu mendetail. Mereka suka membuat orang tercengang dengan ide-ide berani untuk proyek orisinil baru kemudian
menyerahkan kepada orang lain untuk melaksanakannya. Hirarki, aturan, dan kaidah membangkitkan penolakan mereka dan mereka suka mengakali sistem. Sangat penting bagi mereka untuk menikmati pekerjaan yang mereka lakukan; jika hal itu terjadi, dengan cepat mereka menjadi para pecandu kerja sejati. Kreativitas mereka muncul paling baik saat bekerja sendiri; namun mereka sangat
pandai mendorong orang lain dan menulari orang lain dengan sifat optimis mereka. Kegiatan konseptual atau menasehati
khususnya menarik bagi tipe Pemikir Pendobrak. Bisa terjadi beberapa orang merasa terkecoh dengan sifat fleksibel dan spontan
mereka. Keluwesan dalam bergaul serta kesenangan mereka dalam mencoba hal-hal baru membuat
tipe Pemikir Pendobrak selalu memiliki lingkaran teman dan kenalan yang luas di mana kegiatan memegang peranan penting. Karena mereka lebih sering bersuasana hati
gembira, mereka populer dan sangat terbuka terhadap orang-orang baru. Menggerutu dan
kesal tidak ada dalam kamus mereka. Namun demikian, mereka cenderung agak tak dapat
ditebak dan tidak stabil saat harus berhadapan dengan kewajiban dan ini membuat mereka tampak tidak dapat diandalkan bagi sebagian
orang. Tipe Pemikir Pendobrak sangat kritis dan menuntut saat memilih pasangan karena mereka mencari hubungan ideal dan memiliki gambaran yang sangat nyata mengenai hubungan yang ideal ini. Memiliki tujuan yang sama dalam kehidupan sangat penting bagi mereka. Mereka tidak menyukai kompromi dan lebih memilih melajang ketimbang harus melakukannya. Bagi si pasangan, seringkali merupakan tantangan untuk menjalani hubungan jangka panjang dengan seorang Pemikir Pendobrak. Tipe Pemikir Pendobrak membutuhkan banyak ruang dan keragaman
karena jika tidak, mereka akan menjadi bosan dan merasa terkekang. Tipe-tipe yang agak
lebih tradisionalis biasanya punya masalah dengan kebersediaan tipe Pemikir Pendobrak untuk mengambil risiko dan tindakan-tindakan mereka yang kadang-kadang gila dan spontan.
Namun demikian, jika Anda memiliki cukup keluwesan dan toleransi terhadap mereka,
Anda tidak akan pernah bosan dengan kehadiran mereka dan akan selalu memiliki pasangan yang setia dan dapat dipercaya.

BIASA, LUAR BIASA DAN MAHA KUASA

 

Aku mendengar untuk menyampaikan

Aku melihat untuk lebih dekat

 

Begitu berbeda, antara impian dan bayangan

Impian selalu berada didepan

Membawa kemana kita akan berada, membawa kemana kita untuk menjadi siapa

Tak perlu memberikan pendidikan tinggi kepada impian

Dia tahu, dia harus selalu didepan

Karena itu takdirnya, menjadi imam

Berbeda jauh dengan bayangan.

 

Sudah waktunya berdiri

Mengisi hati

Penuh luka dan duka itu pasti

Yang terpenting, Berani

Berkompetisi mendapat rahmat yang tersembunyi

Untuk hari yang telah akan kita ketahui

Merayakan mimpi

 

Jarak memberikan arti rindu

Waktu tak kenal menunggu, dia harus bergegas mengejar harapan

Remember why you started, and also did

 

Oleh karenanya ku pinta ke Maha Pemberi dari para peminta

Ku rasa hangatnya mengalir

Datang tuntun asa

Dengan kehendaknya pada Qur’an Ali Imran

Dia tegaskan Dia Maha Berkehendak tanpa batas

Seperti takdir Jin yang dulunya disurga, kini di neraka

Yang penting lurus vertikal hanya kepada-Nya

Surat Seratus dua belas ayat ke dua

 

Memperembutkan rahmat yang tersembunyi

Kebaikan kehidupan

Mulai kepastian takdir hingga menyuruh merubah takdir

Tentunya, itu membutuhkan syarat

Ibarat membeli tidak tangan kosong

Apakah kau pun setuju ?

 

Sebentar, ini soal hal yang biasa

Perkawinan

Ini tidaklah hal yang luar biasa, manisku

Predikat yang dilakukan oleh milyaran orang

Hal yang luar biasa ialah cara mengisi kehidupannya dengan subjeknya

Sudah saatnya aku membincangkan ini, kasihku

Ibadah yang menurutku wajib

Aku teringat, dahulu aku tersimpuh sujud senada dengan doa Ibrahim

Kala hati mulai tersentuh

Aku teringat, dalam gapai aku mampu mengisi secara kuantitas

Tapi aku ingin makna dan nilai

Hingga sujudku bersuara untuk “membeli” pilihan dengan syarat yang tak biasa

 

Berjalannya waktu, aku kembali diuji

Soal diri, mimpi, aku, engkau dan mereka

Harus aku akui aku bersyukur, bukan bangga, tapi beruntung

Bagaimana tidak, seluruhnya insan-insan itu mewakili sebagaimana yang aku minta

 

Hingga aku teringat kembali

Aku harus “membeli” dengan harga yang pantas untuk itu

Surat kedua ayat seratus delapan puluh enam – Surat ketujuh ayat seratus delapan puluh

Begitu erat, begitu lekat, perasaanku pada-Nya, pada mu dan pada mereka

Tak mampu daya aku hentikan, manjaku

Tak mampu daya aku tepiskan, sayangku

Begitu menggelora, untuk ukuran manusia

Sepekan sudah aku berupaya keras

Begitu menyesakkan malam yang sudah penuh sesak oleh letih

Mecoba relakan apa yang telah dan yang hendak terjadi

Karena aku sudah berniat “membeli”

Apapun sepenuh hati, Illahi lebih Tinggi

 

Ada yang mencoba mengingatkan masa indah

Ada yang mencoba menawarkan melihat kembali

Ada yang mencoba tinggal dijalani

Ada yang mencoba untuk berganti posisi

Dan dirimu mencoba mengajakku untuk berserah diri

 

Hati kala itu tidak pada tempatnya, wanitaku

Tapi gundah, diri ini tak rela untuk terus begitu dan begini

Karena ini memang soal perasaan manusia, dan keterbatasannya, dewi malamku

Kau pun pasti setuju untuk menolak menyakiti hati seorang manusia

Saat ini atau suatu saat nanti

Demi Tuhan Langit dan Bumi

Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar akan terjadi

Ku larut pada keteduhan seorang hamba

Surat ketiga puluh ayat enam puluh – Surat dua puluh delapan ayat tiga belas

Semata-mata demi nikmat syukur surat pertama dan surat lima puluh lima

Ingin ku bahagiakan dirimu seperti janjiku pada ibuku

Ada yang harus kau tahu, wanitaku, betapa aku berhasrat untuk itu

Sangat

 

Kini, fase kau dan aku sedang tegak berdiri

Saling memandang terkadang kita peduli

Meresapi dekapan kita yang mesra, yang dekat, yang lekat

Kita saling mendengar denyut jantung ribuan rasa

Kita tak pernah tahu, tapi kita mencari tahu

Sudah tiba waktunya, manisku

Tiba untuk menyegerakan, bergegas tapi bukan tergesa-gesa

Tuhan kita merestui itu

 

Demi Tuhan Penguasa Alam Semesta

Temani aku dalam satu garis lurus vertikal di lima waktu yang mulia

Demi Tuhan Penguasa hari Pembalasan

Panjatlah “Baik dan segerakan yang itu adalah hak kita untuk dunia akherat”

Demi Tuhan Yang Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan

Mintalah “Jauhkan yang itu adalah buruk untuk dunia akherat kita”

Demi Tuhan Yang Meninggikan Langit dan Meletakkan Neraca

Mohonlah kebaikkan rahmat dan kemuliaan dunia akherat yang kekal tanpa batas

Terima Kasih Kalian

Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius

Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih

Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu

Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki

Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih

Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

26 Tahun 364 Hari

Pada jiwa-jiwa yang lepas dalam Kala. Untuk yang ada dan yang pernah ada.

Andai semua ku tulis sudut ambisionis, akan banyak kisah puitis, sedikit kisah ironis dan semuanya telah menjadi satu kisah yang praktis, serupa tarian eksotis jemari seorang pianis, lentik bangkitkan toksin optimis.

Tak gampang seperti merengkuh gerakan angin malam di pucuk istana Takeda. Ya inilah perjalanan kisah anak manusia, dari yang penuh suka dan sedikit bumbu duka. Menapaki lewat anak tangga sehasta demi hasta, yang pasti semua itu berharga.

Dipusat titik tuju, akan ada kabar gembira pada rencana. Selaras dunia pemahaman Ruhul Qudus pada Isa. Yang akan dibuka untuk jiwa yang dahulu, jiwa di persimpangan, dan jiwa yang segalanya.

Ketika saatnya tiba, hanya akan ada kata : pernah ada.
Masing-masing dari kita telah mendapatkan shaf  pada jiwa yang rela.

Wahai yang berjiwa dalam teksku. Tuliskanlah restu pada kantong kemejaku disetiap pagi, yang bersebelahan dengan denyut jantungku agar restumu selalu hidup ibarat pengendali akan takdirku. Agar aku dapat berlaga penuh reputasi, seperti bintang hiburan di alam halusinasi yang tak mengenal mati atau distorsi. Lalu genapkan mahkota restumu dengan Ayat Kursi. Kemudian, yakinlah, aku mampu beraksi dengan luasnya hati dan prestasi, bertingkah penuh eksistensi untuk gapai tebaran milyaran mimpi diatas multi galaksi tanpa likuidasi. Demi engkau yang akan selalu berada di sisi. Yang selalu mendoakan ku setiap pagi kepada Pemilik ‘Arasy.

TEKO ATI

“Aku menginginkanmu tapi tak kan kupaksakan..”

Inilah kalimat laki-laki pendewasa.

Isu hukumnya ?

“terus ngapain kok pengin tapi gk mau dipaksakan atau diperjuangin ? ” eits nanti dulu coba pahamin lirik yang lainnya, “ku ingin kau menjadi milikku bagaimana caranya, lihatlah mataku untuk memintamu…” Yappp. Mata. disana ada jawaban, sanggahan, maksud, tujuan dan pusat segala bentuk bahasa manusia terbaik yang ada. itu salah satu alasan kenapa begitu prefer bicara dengan orang, selalu dimulai dan dikhidmati melalui MATA. ibaratnya, MATA adalah tempat “mediasi” terbaik segala kepentingan yang tidak terucapkan. Noted !